Buntut Panjang Pengafiran Asal-asalan pada 2 Banser di Jalanan.

Posted by
Buntut Panjang Pengafiran Asal-asalan pada 2 Banser di Jalanan
Buntut Panjang Pengafiran Asal-asalan pada 2 Banser di Jalanan

Buntut Panjang Pengafiran Asal-asalan pada 2 Banser di Jalanan Sebuah video yang memperlihatkan dua anggota Banser dicap kafir gegara tak mau ucap takbir di viral.

Buntut Panjang Pengafiran Asal-asalan pada 2 Banser di Jalanan Peristiwa pengafiran asal-asalan itu berbuntut panjang.

dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu tampak dua orang anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka. Video itu diawali dengan makian ‘monyet’ untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu.

Terlihat juga salah satu anggota Banser tampak bertanya balik alasan pria yang mengenakan kaus dan topi hitam itu mempertanyakan e-KTP mereka. Percakapan berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta.

Anggota Banser tersebut menjawab kalau keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut untuk mengucap takbir. Mendengar permintaan itu, anggota Banser bertanya balik alasan mengapa dia harus mengucap takbir saat itu.

Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas, kemudian angkat bicara terkait video tersebut. Dia memuji sikap anggota Banser yang tidak terpancing cacian dari pria berkaus hitam tersebut.

“Sikap sahabat Eko patut dipuji. Tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam,” tutur Robikin kepada wartawan.

Menurutnya, respons anggota Banser tersebut membuktikan kedalaman kualitas agama dan akhlak. Dia menyebut Islam melarang mengkafirkan sesama muslim.

“Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini boleh jadi disebabkan karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia. Baginya, selain pengikut ajarannya adalah kafir.

Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, salat, puasa, zakat dan hajinya sama,” tutur Robikin.

Robikin menyebut perilaku merasa paling Islam namun disertai akhlak tercela justru mencoreng wajah Islam. Dia juga menyebut sikap itu justru menurunkan keluhuran ajaran Islam.

Peristiwa ini rupanya berbuntut panjang. Pihak Banser menempuh jalur hukum untuk menuntaskan masalah dua anggotanya yang dicap kafir itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *