Cermat Berinvestasi Di Masa Krisis

Posted by

idntoday.com – Cermat Berinvestasi Di Masa Krisis .Kekhawatiran akan munculnya resesi ekonomi tengah menjadi topik perbincangan di masyarakat. Isu resesi mengemuka karena ekonomi beberapa negara melamban.

China misalnya, hanya tumbuh di kisaran 6,4 persen pada periode Oktober-Desember 2018 ke Januari-Maret 2019 dan kembali menurun ke 6,2 persen pada April-Juni 2019.

Penurunan sama juga dialami Indonesia. Pada Oktober-Desember 2018, ekonomi Tanah Air hanya 5,18 persen.

Pertumbuhan kembali turun pada kuartal I 2019 menjadi 5,07 persen. Ketika ekonomi melamban, penghasilan dan daya beli masyarakat akan menurun karena kegiatan industri menjadi loyo.

Ketika kondisi tersebut berlanjut, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK)  meningkat. Kalau benar terjadi, kemiskinan juga bisa meningkat.

Cermat Berinvestasi Di Masa Krisis

Dalam kondisi seperti itu, Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan masyarakat harus pandai mencari sumber penghasilan tambahan. Salah satunya dengan berinvestasi.

Adakah investasi yang menguntungkan saat resesi?

Andi mengatakan ada. Ketika resesi datang, maka instrumen investasi yang paling pantas dipilih untuk ‘menggandakan’ uang adalah instrumen yang tidak mudah terpengaruh sentimen perlambatan ekonomi, seperti emas dan reksa dana non saham.

Reksa dana yang ideal dipilih, yaitu reksa dana pendapatan tetap, uang, dan campuran.

“Hasil investasinya bisa berkisar 10 persen sampai 30 persen, tergantung produknya,” ungkap Andi.

Instrumen investasi lain yang tepat dipilih adalah surat utang negara (obligasi). Andi mengatakan instrumen ini sebenarnya akan terpengaruh.

Karena ketika resesi terjadi para petinggi bank sentral di dunia akan melakukan penyesuaian tingkat bunga acuan. Penyesuaian tersebut, akan membuat tingkat imbal hasil (yield) obligasi menurun.

Misalnya, ketika BI menurunkan bunga acuannya dari kisaran 6 persen ke 5,25 persen, maka imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga turun dari kisaran 8,25 persen ke 7,5 persen.

Dibuat oleh – Cahyono idntodays.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *