Gangguan Kesehatan Yang Terjadi Ketika Hamil

Posted by

idntoday Gangguan Kesehatan Yang Terjadi Ketika Hamil. Trimester ketiga dimulai dari minggu ke 28 kehamilan dan berakhir hingga kelahiran bayi. Ini adalah masa yang menyenangkan bagi Mama dan juga anggota keluarga.

Namun memasuki trimester ketiga, ada beberapa gangguan kesehatan yang mungkin dialami Mama. Gangguan kesehatan tidak hanya berisiko bagi Mama tetapi juga pada janin.

Ketahui apa saja gangguan kesehatan yang mungkin terjadi sehingga Mama dapat melakukan tindakan pencegahan dan dapat mengatasinya dengan tepat.

Mengenai gangguan kesehatan yang biasa terjadi selama kehamilan trimester ketiga. Yuk, cari tahu apa saja!

1. Preeklampsia

Preeklampsia biasanya terjadi setelah minggu ke 20 kehamilan. Ini merupakan komplikasi utama dan membutuhkan perawatan segera. Jika terlambat, dapat mengakibatkan eklampsia atau kejang, gagal ginjal, dan dalam kasus yang ekstrim, bisa menyebabkan kematian ibu dan janin yang belum lahir.

Gejala preeklampsia adalah tekanan darah tinggi, protein dalam urin, pembengkakan tangan dan kaki karena retensi air, serta penambahan berat badan yang berlebihan. Pada kasus yang parah, ibu hamil mungkin mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, dan nyeri di perut bagian atas.

Perawatan untuk mengatasi preeklampsia bervariasi dan tergantung pada seberapa serius kondisi ibu hamil. Jika Mama mengalaminya saat sudah melewati minggu ke 37, dokter akan segera melakukan operasi caesar. Jika ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu, maka pengobatan akan diberikan untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin.

2. Persalinan prematur

Ini adalah salah satu komplikasi kehamilan paling umum pada trimester ketiga. Persalinan prematur terjadi ketika Mama mulai mengalami kontraksi sebelum periode kematangan kehamilan yang biasa, yaitu 37 minggu.

Jika Mama memiliki riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya atau masalah yang berkaitan dengan rahim dan leher rahim, maka Mama berisiko mengalami persalinan prematur.

Kenali tanda-tandanya seperti diare, dorongan untuk buang air kecil lebih sering, sakit di punggung bagian bawah, perut bagian bawah terasa kencang, keluarnya cairan dari vagina, dan vagina terasa kencang. Beberapa bahkan mungkin mengalami perdarahan vagina dengan kontraksi yang sangat menyakitkan.

Kadang-kadang, dokter meresepkan obat-obatan dengan magnesium sulfat untuk mencegah persalinan prematur. Dalam beberapa kasus, ketika persalinan terjadi sebelum minggu ke 34 kehamilan, wanita hamil diberikan steroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin.

3. Berat badan lahir rendah

Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin ditemukan pertumbuhan janin terbatas. Kondisi ini disebut dengan intrauterine growth restiction (IUGR) atau berat badan lahir rendah.

Ini merupakan kondisi di mana pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat. Kadang-kadang Mama melahirkan bayi berukuran kecil karena alasan genetik juga.

Gangguan Kesehatan Yang Terjadi Ketika Hamil

Penyebab IUGR pada janin bisa bermacam – macam mulai dari diabetes, anemia, malnutrisi, masalah ginjal, atau tingkat tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Dokter merekomendasikan untuk melakukan operasi caesar dengan segera jika janin berhenti tumbuh dalam rahim mama.

Kondisi ini dapat membuat bayi menjadi lebih lemah dan rentan terkena beberapa masalah kesehatan.

4. Solusio plasenta

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bahkan sebelum dimulainya persalinan, plasenta dan uterus terpisah. Kondisi ini disebut solusio plasenta. Ini adalah kondisi yang sangat serius di mana janin berisiko meninggal di dalam rahim.  

Sementara penyebab pasti untuk kondisi ini masih belum diketahui, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko solusio plasenta adalah diabetes, minum alkohol dan merokok, tekanan darah tinggi, kehamilan kembar, tali pusat pendek, penyalahgunaan obat-obatan, usia lanjut ibu, dan tonjolan dinding rahim karena kelebihan cairan ketuban.

Jika Mama mengalami solusio plasenta mungkin Mama harus segera melakukan persalinan dengan operasi caesar.

5. Insomnia

Beberapa wanita hamil mungkin mengalami insomnia sejak awal kehamilan. Tetapi bagi sebagian besar ibu hamil, mereka mengalami masalah tidur ini di trimester ketiga. Banyak ibu hamil yang mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak di tahap akhir kehamilan ini.

Penyebab utamanya adalah perut yang membuncit yang membuat Mama sulit untuk mengubah posisi tidur dengan nyaman. Alasan lain yang sangat penting adalah efek dari hormon estrogen yang dikeluarkan lebih banyak pada trimester terakhir.

Selain itu, gerakan janin yang terus menerus saat Mama beristirahat atau keinginan untuk mengosongkan kandung kemih juga sering membuat Mama terjaga di malam hari.

Dianjurkan bagi wanita hamil untuk tidak minum obat tidur. Jika Mama mengalami insomnia selama kehamilan, cobalah bermeditasi sebelum tidur untuk menenangkan pikiran.

Mama juga dapat mendengarkan musik yang menenangkan atau dipijat dengan minyak esensial seperti lavenderchamomile, atau cendana. Tidurlah dengan posisi menyamping ke sisi kiri dan disangga beberapa bantal di antara kaki dan di bawah perut untuk memberikan dukungan dan kenyamanan tubuh.

Dibuat oleh – Cahyono idntodays.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *