Kabur Bawa Uang Suap, KPK Imbau Ajudan Wali Kota Medan Menyerahkan Diri

Posted by

Idntodays :Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada Andika, ajudan Wali Kota Medan Teuku Dzulmi Eldin segera menyerahkan diri ke Gedung KPK. Andika diketahui membawa kabur uang Rp 50 juta yang diduga suap terhadap Dzulmi.

“KPK mengimbau kepada AND (Andika) seorang ajudan, untuk segera menyerahkan diri ke KPK dan membawa serta uang Rp 50 juta yang masih dalam penguasaannya,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kabur Bawa Uang Suap, KPK Imbau Ajudan wali Kota Medan Menyerahkan Diri

Saut mengatakan, Andika sempat kabur dari pengejaran tim penindakan antirasuah saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara. Bahkan, saat kabur, Andika sempat ingin menabrak tim penindakan.

Andika kabur usai mengambil uang Rp 50 juta dari Kepala Dinas PUPR Medan Isa Ansyari.

Ekses perjalanan dinas tersebut mencapai Rp 800 juta yang berasal dari APBD.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Wali Kota Medan Teuku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan.

Penetapan tersangka terhadap mereka berawal dari operasi tangkap tangan (OTT). Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan beberapa orang di Medan, Sumatera Utara.

Mereka adalah Dzulmi, Syamsul, Isa, dan dua ajudan wali kota Medan, yakni Aidiel Putra Pratama (APP), dan Sultan Solahuddin (SSO).

Ekses Perjalanan ke Jepang

Kemudian pada tanggal 15 Oktober 2019, Isa bersedia memberikan uang sebesar Rp 250 juta. Uang tersebut diberikan melalui transfer sebesar Rp 200 juta dan Rp 50 juta diberikan secara tunai.

Kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB tim mengejar AND, seorang ajudan, setelah mengambil uang tunai Rp 50 juta di rumah Isa. Namun tim tidak berhasil mengamankan AND, karena kabur setelah berusaha menabrak tim yang bertugas di lapangan.

Tim kemudian bergerak ke rumah Isa dan mengamankan Isa sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB tim bergerak ke sebuah rumah sakit di Kota Medan dimana Dzulmi sedang melakukan fisioterapi.

Tim kemudian mengamankan APP yang sedang mendampingi TDE (Dzulmi) di rumah sakit,” kata Saut.

“Terakhir tim mengamankan Syamsul dirumahnya pukul 11.00 WIB, Rabu, 16 Oktober 2019,” kata Saut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *