Kabut Pekat Menutupi Jembatan Ampera di Palembang

Posted by

Kabut Pekat Menutupi Jembatan Ampera di PalembangDinas Pendidikan Sumatera Selatan berencana untuk memundurkan jam kegiatan belajar mengajar para siswa apabila kondisi kabut asap yang melanda daerah Kabut Pekat Menutupi Jembatan Ampera di Palembang

terdampak semakin menebal. Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan pihak terkait lain untuk memberlakukan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo berujar, kondisi menebalnya kabut asap di Palembang beberapa hari belakangan menjadi acuan pihaknya mempertimbangkan untuk memundurkan jam kegiatan

belajar mengajar. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumsel sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

“Kalau kualitas udara akibat kabut asap sudah semakin membahayakan, baru kita geser jam masuk sekolah. Sekolahnya jadi siang Kabut Pekat Menutupi Jembatan Ampera di Palembang

Widodo menjelaskan, saat ini kegiatan belajar-mengajar di Palembang dan daerah terdampak kabut asap lainnya masih berlangsung normal. Kabut asap yang melanda hanya terjadi pada subuh hingga pagi hari. Saat matahari mulai meninggi dan menjelang siang, kabut asap semakin memudar.

Namun apabila kondisi kabut asap semakin parah hingga menyebabkan jarak pandang berkurang, pihaknya tidak ragu untuk memberlakukan sistem belajar di rumah.

“Kalau sudah semakin parah bisa belajar di rumah. Tapi untuk sekarang masih normal belajar di sekolah. Sudah kita imbau juga ke sekolah untuk memberikan masker kepada siswa untuk mengurangi dampak kabut asap sekarang,” kata dia.

Berdasarkan pantauan satelit dari situs Lapan, terdapat 154 titik api yang terpantau berada di Sumatera Selatan. Citra satelit tersebut merupakan hasil pantauan Kamis (5/9) petang hingga Jumat (6/9) petang.

Sebanyak 47 titik api memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen, 104 titik api memiliki tingkat kepercayaan di atas 30 persen, tiga lainnya di bawah 30 persen.

Kondisi kabut asap yang melanda Palembang paling parah terjadi pada Kamis (5/9) pagi. Berdasarkan pantauan kualitas udara konsentrasi partikulat (PM10) di situs BMKG, titik tertinggi di Palembang mencapai

202,37 mikrogram pada pukul 07.00. Konsentrasi pm10 menurun hingga menjelang siang hari yakni 195,78 mikrogram pada pukul 08.00 dan 153,82 mikrogram pada pukul 09.00. Diketahui, ambang batas tidak sehat konsentrasi pm10 yakni 150-250 mikrogram.

Dibuat oleh – idntodays.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *