Kalteng Rawan Dijadikan Tempat Persembunyian dan Latihan Teroris.

Posted by
Kalteng Rawan Dijadikan Tempat Persembunyian dan Latihan Teroris.
Kalteng Rawan Dijadikan Tempat Persembunyian dan Latihan Teroris.

Kalteng Rawan Dijadikan Tempat Persembunyian dan Latihan Teroris. Terutama setelah gencarnya operasi penumpasan teroris di Aceh dan Poso.

Kalteng Rawan Dijadikan Tempat Persembunyian dan Latihan Teroris. Situasi itu membuat kelompok teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) mencari tempat baru. Kelompok jaringan dari Abu Hamzah ini diduga berpencar dan kabur ke daerah-daerah pelosok untuk bersembunyi.

Penangkapan 33 terduga teroris di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menjadi bukti adanya pelarian teroris Aceh ke Kalteng.

Kasubdit Kamneg Ditintelkam Polda Kalteng AKP Purba mengakui, wilayah hukumnya rawan menjadi tempat persembunyian teroris karena secara geografis merupakan daerah perbukitan. Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah dialiri oleh sungai besar dan kecil.

Penangkapan terduga teroris di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Gunung Mas, membuktikan deteksi dini yang digencarkan kepolisian berjalan optimal. Peningkatan pengamanan mulai digelar pascabom Bali tahun 2002.

“Wilayah Kalteng itu cukup luas jalur persembunyiannya. Hutannya nyambung dengan Kalimantan Barat dan provinsi lainnya hingga Malaysia,” kata dia.

Bahkan, lanjut Purba, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) telah menetapkan Kalimantan merupakan jalur pelarian dan digunakan kelompok teroris untuk melakukan persembunyian. Utamanya Kalimantan Tengah karena dianggap paling strategis.

“Tempat kita ini beberapa kali jadi pelarian mereka. Dari Kaltim ke sini, dari Kalbar juga ke sini sampai latihan pun di sini. Paling enak, strategis. Jalurnya itu lewat air dari Sulawesi ke Kalimantan, ada juga dari Filipina,” bebernya.

Pengamanan mengantisipasi masuknya teroris baik dari Aceh maupun Poso, tidak sekadar dengan mempertebal pasukan melalui operasi cipta kondisi dan patroli. Kepolisian mengintensifkan pendekatan terhadap masyarakat agar segala potensi ancaman sekecil apa pun segera dilaporkan.

Penangkapan terduga teroris di Palangkaraya dan Gunung Mas, menurut dia, bermula dari informasi masyarakat adanya aktivitas pendatang yang mencurigakan.

“Kala itu Polda dan Densus 88 akhirnya berhasil mengamankan 33 orang. 2 orang diantaranya buron dari Poso dan Aceh. Keduanya ini yang mendanai mereka tinggal dan berlatih di sini,” terangnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *