Kebutuhan Dolar AS Meningkat Rupiah Kembali Tertekan

Posted by

                     Kebutuhan Dolar AS Meningkat Rupiah Kembali Tertekan

Kebutuhan Dolar AS Meningkat Rupiah Kembali Tertekan

Kebutuhan Dolar AS Meningkat Rupiah Kembali Tertekan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Kamis pekan ini. Kebutuhan dolar AS tinggi untuk impor

dan pembayaran dividen dinilai menekan laju rupiah. Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar  rupiah di  mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah lebih didorong dari maraknya permintaan

dolar AS. Apalagi menjelang ramadan,perusahaan tampaknya gencar impor dan Pertamina impor minyak. Sedangkan pembayaran dividen mulai mereda. Ini riil demand. Supply and demand seimbang

masih wajar (pelemahan rupiah-red). Sentimen global juga positif.The Federal Reserve tidak banyak ada perubahan pernyataan. Kemungkinan suku bunga the Federal Reserve naik tiga kali posisi 13.965 per

dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 29 poin dari posisi Rabu 2 Mei 2018 di posisi 13.936 per dolar Amerika Srikat. Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah merosot tujuh poin ke posisi

13.955 pada Kamis pagi dari penutupan perdagangan sebelumnya 13.948. Rupiah bergerak di kisaran 13.960-13.975 sepanjang Kamis ini.Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi

perdagangan saham sekitar 229.215 kali dengan volume perdagangan 4,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 triliun. Investor asing jual saham Rp 325,13 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar

Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.968. 10 sektor saham tersungkur. Sektor saham tambang turun 3,73 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi melemah

2,7 persen dan sektor saham konstruksi susut 2,48 persen.Saham-saham yang menguat di tengah IHSG melemah antara lain saham DFAM naik 24,54 persen ke posisi Rp 406 per saham, saham CTTH

menanjak 9,82 persen ke posisi Rp 123 per saham, dan saham CAMP menguat 4,42 persen ke posisi Rp 378 per saham. Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HELI turun 16,93 persen ke

posisi Rp 157 per saham, saham ADRO merosot 9,86 persen ke posisi Rp 1.600 per saham, dan saham TAXI menurun 9,76 persen ke posisi Rp 111 per saham. Bursa saham Asia sebagian besar melemah

kecuali indeks saham Thailand naik tipis 0,01 persen. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menyusut 1,61 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,50 persen

Ditulis Oleh – Lisa idntoda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *