Kelompok Separatis Abu Sayyaf Kembali Menyandera WNI

Posted by
Kelompok Separatis Abu Sayyaf Kembali Menyandera WNI
Kelompok Separatis Abu Sayyaf

idntodays.com – Warga negara Indonesia kembali menjadi Korban Penyandera Abu Sayyaf. Padahal, militer ketiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah menandatangani kesepakatan pengamanan wilayah perairan ini.

Bagaimana upaya pembebasan korban yang saat ini masih disandera? Lalu bagaimana jaminan keamanan agar kasus serupa tak terulang kembali?Kelompok Separatis Abu Sayyaf Kembali Menyandera WNI

Sebanyak 5 WNI kembali disekap dan disandera kelompok perompak Abu Sayyaf di perairan Malaysia pada 16 Januari 2020 lalu.

Anak berusia 11 tahun bernama Mohamad Khairuddin warga Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diduga juga turut menjadi korban penyanderaan.

Keluarga korban menyebut Mohamad Khairuddin turut menjadi korban saat ikut pamannya untuk mencari ikan.

Dalam manifes, terdapat 5 anak buah kapal yang disandera Abu Sayyaf, yaitu Arsyad, Arizal, La Baa, Riswanto, dan Edi.

Kementerian Luar Negeri telah melakukan upaya untuk membebaskan sandera.Lokasi penculikan terjadi di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.

Sebelumnya, pada 23 September 2019 lalu, di lokasi yang sama, 3 WNI juga diculik Abu Sayyaf.

Ketiga sandera tersebut saat ini sudah bebas setelah sebelumnya Abu Sayyaf minta uang tebusan Rp 8 miliar.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyesalkan kejadian penculikan terhadap lima WNI di perairan Tambisan, Tungku, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Kemlu menegaskan akan mengutamakan keselamatan para sandera.

” Langkah-langkah yang bisa dilakukan mengatasi penyanderaan itu dalam sesegera mungkin kami utamakan tentunya keselamatan sandera itu. Betul-betul kami menyesalkan hal ini terjadi berulang,” kata Wamenlu Mahendra Siregar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

” Dan kelihatannya kondisi itu antara lain karena koordinasi dan keterlibatan para pihak yang berwenang di Malaysia yang kurang efektif selama ini. Kami berharap dapat ditingkatkan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Selain dengan Malaysia, Mahendra mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Filipina. Mahendra berharap Malaysia menunjukkan komitmen yang lebih baik dalam menjaga semua kepentingan yang ada di perairannya.

” Untuk tidak terus-menerus berulang hal seperti ini, karena ini terjadi di wilayah laut Malaysia, kapal Malaysia, terjadi terus-menerus “

” Ini sesuatu yang kami sesalkan. Tapi di lain pihak juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dari Malaysia dalam menjaga dan melindungi semua kepentingan di sana, yang dalam hal ini terkait awak kapal Indonesia, harus lebih baik lagi dilakukan,” ucap Mahendra.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *