KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan Terdakwa

Posted by

KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan Terdakwa

KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan TerdakwaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat menerima suap KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan Terdakwa

untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat atas nama Sudarman.

Sudarman sendiri sedang berperkara di Pengadilan Negeri Balikpapan.KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan Terdakwa

“Pada tahun 2018, SDM dan dua terdakwa lain disidang di Pengadilan Negeri Balikpapan dengan Nomor Perkara: 697/Pid.B/2018/PN Bpp dalam kasus pemalsuan surat,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (4/5).

Laode menjabarkan seusai menjalankan sidang Kayat bertemu dengan Penasihat Hukum Sudarman Jhonson Siburian. Kayat pun menawarkan bantuan kepada Jhonson untuk membebaskan Sudarman dengan fee sebesar Rp500 juta.

Laode mengatakan Sudarman belum bisa memenuhi fee untuk Kayat itu. Namun, Sudarman menjanjikan uang Rp500 juta kepada Kayat jika tanah miliknya terjual.

“Untuk memberikan keyakinan pada KYT (Kayat) SDM (Sudarman) sampai menawarkan agar KYT memegang sertifikat tanahnya dan akan memberikan uang setelah tanahnya laku terjual. Namun KYT menolak dan meminta fee diserahkan dalam bentuk tunai saja,” kata Laode.

Pada 5 Desember 2018 sidang tuntutan untuk Sudarman dilangsungkan.

Jaksa menuntut Sudarman dengan hukuman pidana 5 tahun penjara.KPK Menyebut Hakim PN Balikpapan Menerima Suap Untuk Membebaskan Terdakwa

Namun, pada saat sidang putusan yang dipimpin oleh Kayat beberapa hari kemudian, Sudarman divonis bebas. Tuntutan jaksa tidak diterima.

“SDM diputus lepas dengan tuntutan tidak diterima. Akibat putusan tersebut, SDM dibebaskan,” kata Laode.

Laode melanjutkan, sebulan pasca pembacaan putusan, Kayat menagih janji kepada Sudarman melalui Jhonson. Pasalnya uang tersebut belum diserahkan padahal Sudarman sudah diputus bebas.

Setelah itu, pada 2 Mei 2019, Jhonson bertemu Kayat di PN Balikpapan. Kayat menyampaikan akan pindah tugas ke Sukoharjo, menagih janji fee itu dengan bertanya ‘oleh-olehnya mana?’

“Pada tanggal 3 Mei 2019, karena sudah mendapatkan uang muka dari pihak pembeli tanahnya, SDM mengambil uang sebesar Rp250 juta di sebuah bank di Balikpapan. Dari jumlah tersebut, Rp200 juta ia masukkan ke dalam kantong plastik hitam, dan Rp50 juta ia masukkan ke dalam tasnya,” ujar Syarif.

Ditulis Oleh – Feli idntoday

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *