Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke Indonesia

Posted by

Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke Indonesia

Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke IndonesiaMenteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha, akan membahas percepatan negosiasi kerja sama Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke Indonesia

perdagangan dengan Indonesia saat menemui Menteri Luar

Negeri Retno Marsudi di Jakarta pada 8 April mendatang.Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke Indonesia

“Selain mendiskusikan isu-isu yang berkembang di kawasan dan global saat ini, kesempatan ini juga akan dipakai kedua menlu untuk melihat perkembangan pembahasan negosiasi perjanjian perdagangan kedua negara,” ucap Direktur Jenderal Asia Pasifik Kemlu RI, Desra Percaya, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (5/4).

Kerja sama itu tertuang dalam perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA). IK-CEPA diharapkan mampu menggenjot nilai perdagangan kedua negara supaya mencapai target US$30 miliar atau Rp424,2 triliun pada 2022 mendatang.

“Target penyelesaian IK-CEPA itu November tahun ini. Itu target yang diharapkan, tapi pelaksanaannya tergantung dinamika negosiasi itu sendiri berdasarkan perkembangan,” kata Desra.

IK-CEPA sebenarnya sudah lama dibahas Jakarta dan Seoul. Namun, pada 2014, pembahasan terhenti karena Korea Selatan tidak menyepakati berbagai hal.

Hambatan penyelesaian pakta dagang tersebut antara lain komitmen investasi

Korsel yang harus dimasukkan ke dalam CEPA.Kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan ke Indonesia

Selain itu, Indonesia juga belum bisa menerima proposal penurunan tarif Korsel untuk produk yang sensitif seperti besi dan baja. Indonesia juga tidak mau meliberalisasi sektor telekomunikasi seperti proposal Korea.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki kerja sama perdagangan dengan Korsel, tapi dalam naungan ASEAN-Korea Free Trade Agreement (FTA). Namun, produk Indonesia ke Korea Selatan tidak memiliki preferensi khusus dalam kerja sama tersebut, lantaran bersifat multilateral.

Selain itu, nilai perdagangan Indonesia dengan Korsel juga tidak signifikan dibanding negara lainnya.

Sebagai contoh, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun lalu mencapai US$18,62 miliar atau tumbuh 14,08 persen dibanding tahun sebelumnya US$16,32 miliar. Sementara itu, nilai perdagangan antara Korsel dan Vietnam mencapai US$60 miliar pada periode yang sama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *