Mewahnya Rumah Masa Depan di Samosir

Posted by

Mewahnya Rumah Masa Depan di Samosir

Mewahnya Rumah Masa Depan di Samosir
Mewahnya Rumah Masa Depan di Samosir

IDNTODAYS – Mewahnya Rumah Masa Depan di Samosir memang tidak habis-habisnya menghadirkan keindahan alam dan budayanya.

Perjalanan sendiri dimulai dari Sidikalang menuju Toba melalui Pangururan, satu-satunya tempat menyatunya Pulau Samosir dengan daratan Sumatera. Kondisi jalan relatif baik walaupun masih tambal sulam di sana sini.

Perjalanan lanjut ke Pangururan, suatu tempat di mana kita bisa menyeberang melalui sebuah jembatan penghubung saja. Dari perempatan kami berbelok ke kiri, dan mulai tampak pemandangan rumah tradisional Toba di sepanjang perjalanan menyusuri pulau. Namun yang menarik justru di sela-sela rumah adat tersebut terdapat makam dengan model bangunan yang cukup megah dan bervariasi.

Bahkan di kompleks kuburan pun tampak bangunan makam berlomba menampakkan kemewahannya dan rata-rata bangunannya lebih dari satu tingkat.

Satu tingkat bisa memuat 5-10 peti, semakin ke atas semakin sedikit sehingga membentuk piramida kecil. Mungkin semakin ke atas semakin tua usia makamnya.

Kami mampir sejenak di pantai pasir putih Parbaba sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tomok. Selain pantai, di sini juga terdapat dermaga penyeberangan orang Parbaba. Tampak jelas batas kedalaman air, di mana warna biru tua menunjukkan bagian terdalam danau sementara biru muda berarti dangkal.

Setelah pasir putih, kami mampir di Musium Huta Bolon Simanindo. Sayang kondisi bangunannya tampak tidak terawat, dan mulai muncul tumbuhan di sela-sela atap rumbia. Di depan bangunan adat terdapat makam raja-raja Toba yang justru tampak terawat dengan baik. Sayangnya tak tampak satupun penjaga musEum di sore hari sehingga kami agak kebingungan mencari informasi.

Jadi kalau hendak menginap di Samosir, di sinilah tempatnya.

Sayang lagi-lagi sayang, seluruh pantainya telah diokupasi bangunan akomodasi sehingga sulit bagi kami untuk berhenti sejenak menikmati indahnya pantai. Akhirnya kami hanya berputar melintasi Tuktuk kemudian langsung menuju Tomok untuk mengantri kapal feri menuju Parapat.

Karena mentari sudah mulai tenggelam, kami tidak sempat mampir ke makam Tua Raja Sidabutar dan perkampungan tua Tomok. Sambil menunggu kapal feri kami berbuka puasa di warung muslim yang terdapat di depan pelabuhan.

Selesai sudah perjalanan mengelilingi Danau Toba dan sebagian Pulau Samosir. Semoga pemerintah setempat segera menyadari dan mulai membangun wilayahnya agar menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *