Patung Monumen Wisata di Surabaya Jadi Wisata Sejarah

Posted by

Idntodays : Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini juga dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini terjadi sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.

Jika kamu sedang jalan-jalan ke Surabaya, jangan lupa untuk mengunjungu patung dan monumen yang kaya akan nilai sejarah. Di sana, kamu bisa berfoto ria sambil menikmati keindahan kota.

Patung dan monumen di Surabaya ini tak kalah Instagramable dengan tempat lainnya. Berikut 5 patung dan monumen di Surabaya.

Patung Sura dan Buaya

Patung Sura dan Buaya merupakan simbol dari kawasan berjuluk kota pahlawan ini. Nama kata Surabaya sendiri berasal dari dua hewan yakni Sura yang memiliki arti hiu dan baya yang berarti buaya.

Monumen Jalesveva Jayamahe

Monumen Jalesveva Jayamahe adalah monumen tertinggi yang ada di Surabaya. Monumen ini terletak di ujung dermaga kawasan armada timur,

Di monumen ini terdapat patung raksasa perwira Angkatan Laut yang berdiri dengan gagah di atas sebuah bangunan.

Itulah Monumen Jalesveva Jayamahe yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Surabaya.

Keberadaan monumen ini tentu bisa mengingatkan betapa kuatnya kemampuan yang dimiliki pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia.

Bambu Runcing

Bambung Runcing merupakan salah satu ikon Surabaya. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian arek-arek Surabaya melawan tentara sekutu pada peristiwa pertempuran 10 November 1945.

Dalam peristiwa pertempuran tersebut memakan korban sekitar 60.000 orang dari pihak arek-arek Surabaya.

Monumen Bambu Runcing berbentuk sekumpulan bambu runcing yang berjumlah lima buah dengan ketinggian yang berbeda. Di area kaki monumen ini dipercantik dengan taman indah yang ditanam beragam tanaman hias.

Monumen Tugu PahlawanMonumen

Monumen ini memiliki ketinggian sekitar 41 meter dengan bentuk menyerupai lingga atau paku yang berdiri terbalik.

Monumen Tugu Pahlawan diresmikan pada 1952 oleh Presiden Soekarno. Selain itu, di dekat Tugu Pahlawan terdapat bangunan menyerupai piramida.

Parasamya Purnakarya Nugraha

Patung tersebut memang berwujud penari Remo, penari Gandrung, seniman Reog, dan pemain karapan sapi. Hal itu bertujuan untuk mengenalkan kesenian khas Jawa Timur.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *