Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10

Posted by

Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10

Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10Sejumlah petugas kepolisian Kamis siang kembali mendatangi Gedung Nusantara 1 DPR RI setelah ada laporan ruang kerja politisi PDIP Effendi Simbolon, terkena peluru nyasar seperti enam ruang lain yang ditemukan sebelumnya. Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (19/10/2018), petugas langsung mendatangi ruang no 17 di lantai 6 untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Di ruang tersebut, ditemukan adanya bekas peluru yang bersarang di bagian tembok ruangan.

Petugas kepolisian bersama Tim Pamdal kemudian melakukan penyisiran ulang tehadap seluruh ruangan yang berhadapan dengan lapangan tembak untuk mencari apakah masih ada peluru nyasar yang lain.

“Bersama-sama unit labfor sudah melaksanakan APP untuk menyisir ulang, untuk mencari dan menemukan kembali apakah ada peluru-peluru lain yang ditemukan,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu.Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10

Hingga hari Kamis, tercatat ada tujuh ruangan yang terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari Lapangan Tembak Senayan. Petugas sudah menemukan lima proyektil dengan ukuran 9 milimeter dan kini masih dilakukan uji balistik di Labfor Mabes Polri.

Polisi sudah menangkap dua pelaku yang diduga menembakkan peluru saat latihan di lapangan tembak. (Rio Audhitama Sihombing)

Polda Metro Jaya akan meminta keterangan dari pihak Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat. Hal ini terkait insiden peluru nyasar di sejumlah ruangan di Gedung DPR.

“Nanti kita akan memeriksa Lapangan Tembak Senayan sendiri, seperti apa SOP-nya untuk seseorang yang

mengadakan latihan itu syaratnya seperti apa, nanti akan kita tanyakan di sana. Mulai dari administrasi,

kemudian kegiatannya seperti apa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo

Yuwono di Polda Metro Jaya,

Dengan pemeriksaan tersebut, kata Argo, baru akan didapatkan cerita peluru nyasar secara utuh.

Selain itu, polisi juga akan memintai keterangan pemilik senjata yang digunakan dua tersangka ketika

berada di Lapangan Tembak Senayan, sehingga berakibat peluru nyasar di DPR.

“Nanti akan kita gali itu kenapa I sama R bisa memakai senjata, itu SOP-nya seperti apa,” kata Argo.

Sebelumnya, dua pegawai negeri sipil di Kementerian Perhubungan, IAW dan RMY, menjadi tersangka

dalam kasus peluru nyasar. Keduanya menjadi tersangka atas penembakan gedung DPR pada Senin, 15 Oktober 2018.

Mereka meminjam senjata AG, yang merupakan anggota Perbakin, untuk latihan menembak di Lapangan

Tembak Senayan sehingga terjadi insiden peluru nyasar ke Gedung DPR.Penemuan Bekas Tembakan Peluru Dilantai 10

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebutkan, senjata api Glock 17, yang digunakan oleh tersangka IAW telah dimodifikasi. Modifikasi terdapat pada bagian belakang senpi.

“Mengapa bisa terjadi peluru nyasar? Ini adalah senjata yang belum dimodif namun ada modif yang diletakkan di belakang, sehingga senjata ini bila dimasukkan peluru 16 dan kalau dipencet pelatuknya maka peluru yang di dalam seluruhnya pasti bisa keluar,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Selasa 16 Oktober 2018.

Terkait nyasarnya peluru, Nico mengatakan, kalau tersangka saat itu gugup sehingga ada peluru yang mental ke Gedung DPR RI.

Ditulis Oleh – Feli idntoda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *