RI-Jepang Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik

Posted by

RI-Jepang Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik

RI-Jepang Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik

Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk melakukan kerjasama pengembangan kendaraan listrik

IdnTodays.com – RI-Jepang Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk melakukan kerjasama pengembangan kendaraan listrik.
Kerjasama melalui Kementerian Perindustrian RI dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) Jepang ini juga termasuk rencana percepatan produksi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Harjanto pada acara The 2nd Indonesia Japan Automotive Dialogue di Bali.

Mereka memberikan gambaran tentang pengembangan industri kendaraan listrik.
Adapun yang kami bahas, antara lain mengenai kebijakan pengembangan industri otomotif kedua negara.
Selain itu, tren dan aktivitas penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan baterai di dunia,” kata Harjanto.

Kontribusi Jepang di Indonesia

Di sektor alat transportasi, Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia sampai dengan triwulan III tahun 2019, dengan nilai sebesar Rp7,46 Triliun.

Di sektor otomotif, Jepang juga adalah salah satu kisah sukses dari para investor yang ingin terus menanamkan modalnya di Tanah Air,

di mana produsen otomotif jepang skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

Kami sampaikan, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, yang bertujuan mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik.


Kami Menjelaskan secara komprehensif kepada mereka, sehingga bisa mendapatkan pemahaman yang jelas.

Tax Holiday

Di satu sisi Pemerintah Indonesia akan memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax holiday.


Di antaranya kami fokus membidik investasi untuk pembuatan baterai, electric motor, dan power control unit, yang menjadi tiga komponen utamanya.


Insentif tersebut diberikan sepanjang investasi mereka sekitar USD50 juta atau mereka melakukan proses industrialisasi di dalam negeri.

Sementara itu Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kemenperin RI, Putu Juli Ardika menyampaikan,

pihaknya sedang ntuk menyusun empat Peraturan Menteri Perindustrian terkait regulasi turunan pada Perpres No.55/2019 tentang tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Aturan tersebut antara lain terkait roadmap industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi tentang skema CKD, IKD dan part by part.

Produksi Baterai

Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2022 Indonesia mampu memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.


Terlebih saat ini banyak investor yang komitmen ingin memproduksinya, termasuk bahan bakunya.
Pemerintah pun turut mempercepat menyusun aturan-aturannya.

Potensi industri otomotif di Indonesia saat ini, ditopang melalui 18 pabrikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 2,26 juta unit per tahun dan jumlah tenaga kerja sebanyak 38 ribu orang.


Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun.


Hal ini tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

Dengan tren industri mobil listrik di kancah global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 persen dari total produksi pada tahun 2025. Artinya, nanti ada 400 ribu unit.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *