Rokok Tidak Berpihak Pada Kesejahteraan Petani Tembakau

Posted by

idntoday Rokok Tidak Berpihak Pada Kesejahteraan Petani Tembakau.Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi konsumsi tembakau (hisap dan kunyah) pada usia lebih dari 15 tahun di Indonesia mencapai 62,9 persen (laki-laki) dan 4,8 persen (perempuan).

Di sisi lain, prevalensi merokok pada populasi usia 10-18 tahun juga terus mengalami peningkatan yaitu 7,2 persen pada 2013 dan meningkat hingga 9,1 persen pada 2018.

Petani mitra pada penelitian PKJS-UI menjual tembakau langsung ke gudang perusahaan. Meski demikian, petani mitra tersebut mengaku pernah ditekan oleh perusahaan untuk menanam di bulan tertentu di mana kondisi cuaca tidak mendukung, sehingga tembakau rusak dan mengalami kerugian.

Rokok Tidak Berpihak Pada Kesejahteraan Petani Tembakau

Studi UGM-ACS, ANU, McGill University juga menemukan bahwa tanaman non-tembakau berkinerja jauh lebih baik daripada tembakau pada gelombang 1, yaitu tahun yang secara keseluruhan lebih buruk untuk pertanian.

Dalam studi ini, penanaman tembakau selama satu tahun pertanian yang baik (gelombang 2) tidak dapat menutupi tahun sebelumnya yang penuh tantangan (gelombang 1).

Tidak Mensejahterakan Petani

Selain faktor cuaca, petani terjebak dalam tataniaga yang bersifat oligopsonistik sehingga tidak memiliki daya tawar

maupun menentukan kategori kualitas dan harga tembakau yang diproduksi. Sistem ini belum berpihak pada kesejahteraan petani.

“Impor tembakau juga perlu dikendalikan karena serapan tembakau virginia lokal juga masih rendah ke perusahaan. Petani harus diberi pembinaan agar kualitas tembakau mereka setara

atau lebih baik dari tembakau impor, sehingga serapan tembakau lokal ke perusahaan meningkat,” katanya dalam rilis.

Menaikkan Cukai

Selama ini tembakau paling banyak diolah menjadi rokok, di mana rokok merupakan produk berbahaya. Perilaku merokok diketahui berdampak negatif pada kesehatan, sosial ekonomi, dan lingkungan. Kenaikan cukai produk tembakau akan menaikkan harga rokok, sehingga rokok menjadi tidak terjangkau bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat miskin.

Dibuat oleh – Cahyono idntodays.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *