Rolls-Royce Atas Nama Dimas Agung Prayitno

Posted by

Mobil Rolls-Royce Atas Nama Dimas Agung Prayitno

Rolls-Royce Atas Nama Dimas Agung Prayitno

Jadi Mobil Bodong, Rolls-Royce atas Nama Dimas Agung Prayitno Diblokir Petugas

Petugas memblokir STNK Rolls-Royce Phantom atas nama Dimas Agung Prayitno yang bukan pemilik aslinya.

IdnTodays.com – Rolls-Royce Atas Nama Dimas Agung Prayitno Kasus pencatutan nama orang lain untuk registrasi mobil mewah belakangan kembali terjadi. Kini yang terbaru adalah Rolls-Royce Phantom atas nama Dimas Agung Prayitno.

Pajak mobil mewah Rolls-Royce Phantom itu pun mencapai Rp 170 juta. Jatuh tempo pajak mobil pabrikan Inggris itu Agustus 2019.

“Sekarang sudah diblokir atas nama Dimas Agung Prayitno.

Tinggal nunggu pemiik aslinya aja, nanti suatu saat akan muncul,” terang Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Jawa Barat, Joko Pujiyanto.

Joko melanjutkan, pihaknya sepakat memblokir STNK sambil menunggu pemilik mobil melunasi pajak. Selanjutnya, pemilik wajib menyesuaikan dengan identitasnya yang asli.

Sebelumnya, petugas mengetahui kasus ini saat melakukan penagihan. Pasalnya, hingga masa jatuh tempo pemilik tak kunjung membayar sehingga petugas mendatangi rumah pemilik sesuai STNK.

“Pemilik hingga jatuh tempo belum membayar pajak. Kami pun menyambangi alamat yang tertera di STNK. Ternyata bukan pemilik aslinya,” jelas Joko.

Dalam lembaran STNK tersebut, tertera nama Dimas Agung Prayitno yang beralamat di Jalan Mangga Besar IV P, Jakarta Barat. Rupanya, identitas Dimas dicatut seseorang pada tahun 2017 silam.

28 Kasus

Sepanjang Januari 2019 hingga November 2019 ditemukan 28 unit kendaraan yang menggunakan identitas orang lain. Hal itu diketahui saat orang-orang yang namanya dicatut, mendaftar sebagai peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Sudah kami blokir mobil mewah yang nilai jualnya di atas Rp 1 miliar. Iya bisa dikatakan mobilnya jadi bodong karena STNK-nya sudah tidak berlaku,” katanya.

Menurut dia, modus seperti ini biasanya untuk menghindari pajak progresif atau menyamarkan hasil pencucian uang. Maka itu, Joko meminta agar Kartu Tanda Penduduk tak diberikan ke sembarang orang.

Sebab, efeknya sangat merugikan.

Sering kali mereka tidak bisa mendapatkan fasilitas Kartu Jakarta Pintar, DP 0 persen karena persyaratannya yaknit tidak punya kendaraan roda empat mewah.

“Kebanyakan dipinjam KTP-nya, mungkin enggak tahu dibuat apa dan biasanya diiming-imingi sejumlah uang yang enggak senagaja,” tandasnya.

Seorang Kuli Bangunan Kaget Ditagih Pajak Mobil Mewah Sampai Rp200 Juta

Dengan kondisi ekonominya, Dimas Agung kaget ketika ia tercatat belum membayar pajak mobil mewah sebesar Rp200 juta.

Seorang pemuda berusia 21 tahun, Dimas Agung, mengaku kaget saat rumahnya disambangi petugas Badan Retribusi Pajak Kendaraan DKI Jakarta dan Samsa Polda Metro Jaya.

“Saya kaget, hah? Mobil mewah, mobil darimana pak? Mau ditaruh dimana juga mobilnya? Di sumur?

Meski mengaku shock, pria karib disapa Agung ini berusaha tenang. Pendiriannya teguh selama tak berbuat salah ia tak akan merasa takut.

Petugas pun lalu menujukkan alamat rumahnya yang sama dengan alamat STNK mobil mewah tersebut. Di sana tertera nominal Rp200 juta untuk merek Roll Royce Phantom dengan nama pemilik Ari.

“Namanya Ari, itu mobil katanya harga Rp20 miliar, gimana mau punya mobil, rumah saya saja seperti ini,” kata Agung sambil menengok kediamannya yang terletak di gang sempit di Jalan Mangga Besar IV P Jakarta Barat ini.

Agung mengatakan petugas yang berada di rumahnya pun langsung percaya bahwa tak ada kebohongan dari pengakuannya.

Pria yang kesehariannya sibuk menjadi kuli bangunan ini pun diminta membubuhi tandatangan dalam surat pemblokiran yang akan membersihkan namanya dari pengemplang tak bertanggung jawab.

“Jadi ya semoga sekarang kalau ngurus apa-apa gitu sudah bisa, nama saya udah diblokir dari yang tertera di pajak mobil mewah itu bukan jadi data saya lagi,” tutur dia lega.

Namanya Dicabut

Agung bercerita, awal mula ia mengetahui namanya dicatut pengemplang pajak sekira dua sampai tiga bulan lalu. Dia tak ingat kapan persisnya namun saat itu, dirinya sedang ingin mendaftarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Namun sebelumnya bisa mendapatkan KIS, Agung diminta melengkapi dengan kepemilikan BPJS.

Saat tengah mendaftarkan diri tersebut lah, Agung diberitahu petugas administrasi bahwa dirinya tidak layak mendapat keringanan BPJS karena dirinya tercatat memiliki kendaraan mewah.

“Saya langsung pasrah, punya kendaraan mewah bagaimana, tidak tahu jugalah,” kata Agung pasrah kala itu.

Hingga sebulan kemarin datanglah surat tagihan pajak mobil mewah yang mampir ke rumahnya. Dari situ lah Agung merasa semua terhubung.

“Oh jadi ini maksudnya, dari situ saya baru nyambung yang dikatakan petugas BPJS itu, tapi ya saya diemin aja itu surat karena ya saya pikir bukan punya saya juga,” jelas dia.

Agung yang awalnya cuek tak menanggapi, hingga surat itu datang sampai tiga dan kemarin datanglah petugas terkait.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *