Senyum Terpaksa Berdampak Positif Di Otak

Posted by

idntoday Senyum Terpaksa Berdampak Positif Di Otak.SUDAH banyak yang mengatakan tentang pentingnya senyum. Musikus Legendaris asal Inggris, John Lennon, misalnya, mengatakan, “hitunglah hidupmu dari senyum bukan air mata”. Bintang film papan atas, Will Smith juga pernah berkata, “jangan biarkan dunia mengubah senyum anda”.

Baru-baru ini kajian para ahli di University of South Australia mengungkap tentang dampak lain dari. Para ahli di universitas itu mengawali penelitian dengan asumsi, senyum adalah sesuatu yang sangat penting terutama di tengah kondisi dunia yang dilanda pandemi.

Penelitian dipimpin oleh pakar kognitif, Fernando Marmolejo-Ramos. Ia pertama kali mempublikasikan hasil eksperimennya atas senyum melalui jurnal ‘Experimental Psychology’. Menurut Fernando, senyum dapat dimanipulasi untuk mengetahui korelasi antara otot wajah, gestur tubuh, dan rangsangan terhadap otak dari senyum itu sendiri.

Manipulasi senyum dilakukan Fernando dan tim terhadap sejumlah peserta penelitian. Para peserta diminta untuk menjaga senyumnya masing-masing dengan cara menggigit pensil. Hasil amatan kemudian menunjukan bahwa senyum tidak hanya memicu aktivitas otot di wajah tapi juga gestur tubuh, yang mana dari keduanya dapat menghasilkan rangsangan positif bagi peserta.

Senyum Terpaksa Berdampak Positif Di Otak

“Ketika otot-otot Anda mengatakan Anda bahagia, Anda lebih cenderung melihat dunia sekitar dengan cara yang positif. Dalam penelitian, kami menemukan bahwa ketika seseorang dapat ‘memaksa’ dirinya untuk tersenyum, maka ia dapat merangsang pusat emosi dalam otak yakni amigdala untuk melepaskan neurotransmiter, yang menjaga keadaan emosional seseorang tetap positif,” kata Fernando, seperti dilansir Sciencedaily, beberapa waktu lalu.

Fernando mengatakan eksperimen bernama ‘Pen in Teeth’ ini menjadi implikasi yang menarik untuk kesehatan mental. Jika seseorang bisa ‘menipu’ otaknya sendiri dengan dengan senyum, maka ia dapat memanfaatkan mekanisme ini untuk memicu rasa ‘bahagia’.

“Singkatnya, sistem persepsi dan motorik saling terkait saat kita memproses rangsangan emosional. Pendekatan ‘pura-pura tersenyum’, saat berhasil dapat menghasilkan sesuatu yang berharga yang kita harapkan,” imbuh Fernando.

Dibuat oleh – Cahyono idntodays.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *