Sepak Terjang TNI Yang Bikin Bangga Indonesia

Posted by

IDNTodays.com – Kekuatan dan kemampuan TNI telah diakui dunia, tak cuma sigap setiap kali bencana melanda tanah air, TNI juga sigap membantu negara lain yang membutuhkan. TNI selalu turjun langsung dalam menjaga perdamaian dunia, terbukti dengan tersebarnya Kontingen Garuda (KONGA) di berbagai negara didunia. Sepak Terjang TNI Yang Bikin Bangga Indonesia tidak hanya itu saja, sederet prestasi di ajang internasional juga disabet TNI.

Kemampuan menembak TNI tidak diragukan lagi, setiap kali lomba tembak dunia diadakan, TNI pasti menyabet semua kategori dan menjadi juara umum. Bahkan Amerika Serikat dan Australia meminta agar senjata yang digunakan oleh TNI yang merupakan hasil dalam negeri buatan PT Pindad dibongkar, karena mereka tidak percaya dan tidak terima dengan kemampuan menembak TNI. Selain itu, berikut ini adalah beberapa Sepak Terjang TNI Yang Bikin Bangga Indonesia.

 

Sepak Terjang TNI Yang Bikin Bangga Indonesia

1. 9 Kali Juara Tembak di Australia

Sepak Terjang TNI Yang Bikin Bangga Indonesia

Dalam perlombaan yang diikuti oleh 20 negara peserta, kontingen TNI berhasil membororng 23 dari 50 emas dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Kontingen TNI yang dipimpin oleh Mayor Infantri Syafruddin (Kasiops Sops Divisi 1 Kostrad) tersebut beranggotakan 19 orang dan ini merupakan yang ke-9 kalinya TNI memenangkan ajang bergengsi tersebut. Yang lebih membanggakan lagi adalah senjata yang digunakan selama perlombaan tersebut merupakan senjata buatan dalam negeri, yaitu SS-2 V-4 Heavy Barrel dari PT Pindad Indonesia.
2. Juara Tembak di Brunei Darussalam

Kontingen TNI berhasil menjadi juara umum di Lomba Tembak Brunei International Skill Arms Meet (BISAM) ke-11 pada tahun 2015 yang diikuti oleh 16 negara peserta, TNI menyabet total 34 medali. Medali tersebut terdiri dari individu meraih 20 emas, 9 perak, dan 5 perunggu. Kontingen TNI yang dipimpin oleh Kolonel Arm Budi Suwanto tersebut berjumlah 35 orang. Mereka meliputi 13 official, 10 atlet tembak senapan, 6 atlet tembak SO/GPMG, dan 6 atlet tembak pistol.

 

3. Juara Tembak Se-ASEAN

Tak hanya di Australia dan Brunei Darussalam, TNI juga menunjukan taringnya di kompetisi tahunan ASEAN Armies Riffle Meeet (AARM) ke-24 yang digelar di Vietnam pada tahun 2014 lalu. Dari 60 anggota TNI AD, 37 diantaranya merupakan anggota satuan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kontingen TNI yang dipimpin oleh Mayor Infanteri Faisal Izudin berhasil menjadi juara umum, dengan menyabet semua kategori yang ada di AARM ke-24 tersebut.

 

4. Bantu Korban Topan Haiyan di Filipina

Saat Filipina dihantam topan Haiyan pada 8 November 2013 lalu, Indonesia turun tangan membantu korban bencana topan Haiyan. 3 pesawat angkut C-130 Hercules TNI dikirimkan ke Cebu, Filipina. Ketiga pesawat tersebut merupakan bantuan kemanusiaan dengan total berat 60 ton, berupa makanan siap saji, obat-obatan, pakaian, genset, dan selimut. Selain itu, TNI juga memijamkan pesawat C-130 Hercules bernomor A-1323 kepada Pemerintahan Filipina atas permintaan mereka. Pesawat yang dipimpin oleh Mayor Pnb Puguh Yulianto tersebut tak hanya membawa bantuan kemanusiaan, tetapi juga mengangkut puluhan pengungsi yang akan kembali ke Tacloban.

 

5. Mengamankan 6 Ton Peledak di Afrika

Pada 6 Juli 2015, tim penjinak bahan peledak dari Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXVII-A/Minusca tengah melakukan pendeteksi disebuah perkampungan yang terletak di Camp Beal, Bangui, Afrika Tengah dan berhasil mengamankan 6 ton bahan peledak aktif. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Seksi Operasi Lettu Czi M Iqbal bersama beberpaa personel United National Mine Action Service, salah satu badan PBB yang mengurusi persoalan bahan peledak, dan ranjau di negara-negara konflik seperti Afrika Tengah.

 

6. Perbaiki Jalan di Afrika

Pada September 2015, prajurit TNI yang berada di Afrika ikut memperbaiki jalan sepanjang 1.500 meter. Jalan tersebut menghubungkan kampung Ngonggono dan Area Super Camp Minusca menuju Bandara Internasional Bangui-M’poko, ibukota negara Republik Afrika Tengah. Akses jalan Bandara Internasional Bangui-M’poko mengalami kerusakan parah dan berlubang, dan terdapat banyak genangan air saat hujan turun. Para prajurit tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXVII-B/Minusca (multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic).

 

Lihat juga : 6 Sniper Legendaris Indonesia, Ternyata Salah Satu Nya Cewek Loh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *