Upah Tenaga Makin “Encer” Bukan Ciri Negara Maju

Posted by
Upah Tenaga  Makin "Encer" Bukan Ciri Negara Maju
Ilustrasi tenaga kerja (AUFRIDA WISMI WARASTRI)

idntodays – Keputusan AS mengeluarkan Indonesia dari daftar negara-negara  berkembang menjadi negara maju sepatutnya dicermati secara positif, karena apapun motif di balik itu kenyataannya adalah ada pengakuan yang terhadap target yang ingin dicapai oleh Indonesia yang diperkirakan baru dapat diwujudkan nanti, di tahun 2045

Pada tahun 2045 nanti PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita menyentuh 325 juta (23.200 USD) per tahun. Untuk mencapai hasilnya Indonesia mesti keluar dulu dari zona middle income trap yang sedang didapuk dalam program ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024.

Terlepas dari metode dan motif apa di balik pengakuan tersebut yang jelas dengan adanya pengakuan itu maka secara otomatis teoritis dan otomatis akan membuka kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia dalam berbagai bidang, mulai dari investasi, pariwisata, perdagangan, dan kerja sama sosial dan budaya dan nirlaba.

Akan tetapi jika nalar berpikir obyektif dan hati jujur berkata apakah benarkan Indonesia telah menjadi negara yang maju sejati, kita ragu menjawabnya.

Sebab berdasarkan teoritis yang disebutkan dalam aneka literatur perekonomian makro tentang ciri-ciri negara maju akan ada banyak faktornya parameternya. Ada yang mengatakan 15 tolok ukur, ada 10, ada 7, dan sebagainya.

Seberapapun tolok ukur (parameter) itu kita ambil saja 10 saja untuk menyimpulkan sebuah negara menjadi negara maju, yaitu:

Upah Tenaga Kerja Makin “Encer” Bukan Ciri Negara Maju

  • Memiliki standard hidup yang tinggi
  • Sebagaian besar Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari sektor Industri
  • Rendah praktek korupsi
  • Semakin banyak warga berada di kota-kota
  • Kemiskinan rendah
  • Tunawisma rendah
  • Kualitas pendidikan tinggi
  • Tingkat keamanan dan militer yang modern
  • PDB per kapitanya tinggi

Dari 10 parameter atau tolok ukur di atas, mari kita telusuri satu saja yakni yang terakhir: PDB perkapitanya tinggi. 

Sekadar mengulangi atau me-refresh, PDB adalah jumlah nilai tambah dari barang dan jasa yang diproduksi oleh unit-unit usaha di suatu negara dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun.

PDB ini sering digunakan sebagai standar untuk menilai “kesehatan” perekonomian sebuah negara, karena dari sini akan dapat diketahui tingkat pendapatan masyarakat dan tingkat penganggurannya.

Semakin tinggi tingkat pendapatan dan semakin kecil tingkat penganggruan berarti perekonomian sebuah negara dapat disebutkan sehat (meskipun masih ada standar lainnya yang juga musti diukur).

Berdasarkan teori sederhana itu, jika perekonomian sebuah negara sehat berarti tingkat pendapatannya tinggi dan penganggruannya rendah. Itu juga artinya PDB per kapitanya tinggi

Terkait dengan ditetapkan Indonesia menjadi kelompok negara maju jika dikaitkan dengan tolok ukur terakhir di atas (PDB per kapitanya tinggi) apakah benar PDB per kapita kita tinggi? 

Berikut tingkat PDB Indonesia dalam 10 tahun terakhir:

PDB per kapita pada tahun 2010 rata-ratanya 3.178 USD pertahun. Lalu pada 2011 (3.687); 2012 (3.740); 2012 (3.740); 2013 (3.667); 2014 (3.531); 2015 (3.368); 2016 (3.604); 2017 (3.885); 2018 (3.945) dan pada 2019 (4.193 USD per tahun).

Dari sini kita dapat melihat PDB per kapita masih rendah meskipun dalam kelompok G20 berada di urutan 2 buncit setelah India.

Masuknya Indonesia dalam kelompok negara maju diperkirakan baru terjadi pada 2045 maka ditetapkan Indonesia menjadi salah satu negara maju adalah sebuah berkah, anugerah dan penghargaan bagaikan “durian jatuh” jika tak pantas disebut “keajaiban.”

di buat oleh ; idntodays

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *